<

_____________________Wilujeng Sumping Di Blog Simkuring______________


welcome

Minggu, 10 April 2011



BLOK 7 HORISONTAL OUTPUT

SKEMA DASAR BLOK OUTPUT HORISONTAL




Masukan H-DRIVE dihubungkan ke output osilator horisontal pada IC jungle. Sinyal output horisontal kemudian dikuatkan oleh driver horisontal (Q2). Keluaran dari trafo driver horisontal (T1) dikuatkan oleh transistor final horisontal yang akhirnya menswitch FBT dengan frekuensi yang sama dengan input drivernya.
Tegangan B+ umumnya berkisar antara 90 s/d 145V tergantung dari merk dan model dari perangkat TV (lebih sering ditemukan dengan B+ 115V). Tegangan H-DRIVE VCC dapat mengambil dari B+ dengan melalui resistor (R2) atau dengan memberi tegangan drive tersendiri (misalnya 24V atau 50V). Kaki yoke/defleksi horisontal yang terhubung dengan kaki kolektor transistor horisontal umumnya disebut sebagai pin H+ (pin H positif). Masukan EW drive diambilkan dari output EW dari IC jungle (prosesor EW) dengan melalui penguat dan buffer terlebih dahulu (IC driver EW) yang kemudian dikuatkan oleh transistor EW (ralat: pada skema adalah salah ketik, yang benar adalah Q3), sering juga penguat EW ini tidak menggunakan transistor, akan tetapi menggunakan FET. Bila blok EW tidak bekerja/mengalami kerusakan, gambar akan melengkung kanan kiri.

TIPS-TIPS DAN KERUSAKAN-KERUSAKAN PADA BLOK HORISONTAL
Kerusakan yang paling sering terjadi adalah kerusakan pada tidak awetnya transistor final horisontal. Beberapa pengalaman penulis seputar transistor horisontal antara lain :

   1. Bila transistor mati dalam itungan kurang dari 3 detik diiringi suara seperti bocornya tegangan HV yang berlebihan (krak) dan transistor masih dingin, cek kapasitor snubber (kapasitor pada kaki kolektor ke gnd).

   2. Bila transistor mati dalam waktu sekitar 10 detik sampai 1 menitan, diawali dengan meningkatnya suhu transistor secara cepat dan diiringi dengan menurunnya tegangan b+ secara signifikan, cek FBT, cek yoke horisontal.

   3. Bila transistor mati dalam waktu antara 5 menit s/d 2 jam cek B+, cek yoke, cek pergeseran fasa/frekuensi horisontal yang mungkin disebabkan oleh trobelnya osilator (kristal) atau bagian driver, cek apakah transistor yg dipasang cocok dan tidak dalam kondisi overdrive (R Basis-Emitor molor), cek beban-beban pada sekunder FBT, cek juga sistem AFC/sinkronisasi.

   4. Bila transistor mati lebih dari 2 jam, cek transistornya, cek kesesuaian bias transistor yang dipasang dengan kondisi rangkaian, kasus ini sering terjadi jika penggantian tipe lain yg tidak sesuai/lebih rendah kualitasnya. Cek juga blok driver horisontal terlebih pada transistor dan komponen sekitar trafo driver horisontal (terlebih pada elko-elko blok horisontal).



MENENTUKAN KONDISI NORMAL TIDAKNYA BLOK OUTPUT HORISONTAL
Pada banyak desain TV sering ditemui adanya resistor (bernilai antara 1,5 s/d 10 ohm) yang berfungsi sebagai R fuse yang disambung secara seri dari B+ output SMPS menuju ke pin B+ FBT. Resistor tersebut dapat disalahgunakan untuk mengukur konsumsi arus oleh blok final horisontal (transistor, FBT sekaligus beban-bebannya). Semakin tinggi arus yang digunakan, semakin besar beban dari blok output horisontal.
Cara mengukur konsumsi arus dengan mengukur besar tegangan pada kaki-kaki resistor tersebut. Posisikan pengukuran pada skala 2V5, kaki resistor yang terhubung dengan output B+ dari SMPS mendapatkan colokan multitester merah, kaki resistor yang terhubung dengan pin B+ FBT mendapatkan colokan hitam, dalam keaadan menyala. Semakin tinggi tegangan yang terukur, semakin besar arus yang dikonsumsi.
Secara normalnya, berdasarkan pengalaman penulis, TV 21” dengan resistor B+ sebesar 3,3/2W terukur sekitar 0V8 s/d 1V2. Besar tegangan yang terukur tidak sama pada setiap merk TV, tergantung dari besar hambatan resistor tersebut, semakin besar hambatannya, semakin besar tegangan yang terbaca. Cara yang paling tradisional tetapi lumayan akurat adalah dengan menyalakan TV sekitar 5 menit, dimatikan, kemudian sentuh resistor tersebut, semakin panas, berarti semakin besar konsumsi arusnya. Semakin besar konsumsi arusnya, semakin tidak normal blok horisontalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar