<

_____________________Wilujeng Sumping Di Blog Simkuring______________


welcome

Minggu, 10 April 2011



BLOK 7 HORISONTAL OUTPUT

   4. Yoke Horisontal (H Deflection)
    Fungsi utama blok horisontal guna membelokkan elektron secara horisontal (deflection=pembelokan). Elektron dapat dibelokkan dengan magnet yang dihasilkan oleh yoke horisontal. Karena yang dibelokkan terdiri dari 3 elektron (RGB) sekaligus, maka yoke horisontal dapat dikatakan sebagai sang ‘pelukis’ pada kanvas lapisan phospor pada bagian depan CRT.
      Derajat pembelokan elektron tergantung dari tipe yoke dan CRT yang digunakan. Misalkan pada CRT s90 maka derajat pembelokannya sebesar 90 derajat, begitu juga dengan s120 yang sebesar 120 derajat. Bila yoke CRT s90 dipasang pada CRT s120, maka akan terjadi mis-landing, karena mendaratnya elektron tidak tepat pada lapisan phospor yang ada kaca depan CRT.
      Selain bentuk yang berbeda, bentuk lilitan yoke juga disesuaikan dengan CRT yang digunakan, misalnya CRT s90 (cembung) akan berbeda bentuk lilitannya dengan CRT datar/flat. Bentuk lilitan yang berbeda ini dimaksudkan untuk membentuk medan magnet yang sesuai dengan daerah landing-nya elektron.
      Umumnya lilitan yoke horisontal terdapat pada bagian dalam yoke, sedangkan lilitan bagian luar yoke merupakan lilitan output vertikal. Dalam memilih yoke alternatif yang penting dipertimbangkan adalah kesesuaian bentuk lilitan atau kesesuaian derajat CRTnya. Selain itu, besar induktansi juga sangat berpengaruh. Daripada kesulitan memikir induktansi, secara mudahnya induktansi dapat diketahui (meski berbeda asumsi) dengan mengetes hambatan dari lilitan horisontalnya. Pada TV dengan B+ 110V, lilitan horisontal terukur sekitar 2,8 s/d 3 ohm. Sedangkan pada TV dengan B+ sekitar 130V sekitar 3,5 s/d 4,5 ohm. Modifikasi sangat diperlukan bila memasang yoke yang berbeda induktansinya dengan menggunakan transformator step-down/up yoke horisontal atau menaikkan induktansinya dengan membuat lilitan yang disambung secara seri terhadap yoke.
      Tentang tranformator yoke horisontal, sebenarnya merupakan transformator step-down, digunakan untuk menurunkan tegangan yang masuk ke yoke sehingga yoke dengan hambatan/induktansi lebih rendah dapat digunakan (misalnya yoke bekas monitor komputer). Sebaliknya, bila yoke yang digunakan lebih besar dari desain mesin TV, digunakanlah transformator step-up.

   5. Pengatur EW/OW
      Seandainya kaca bagian depan sebuah CRT cembung ‘diratakan’ begitu saja, maka akan terbentuk gambar yang terlihat cekung ditengah, karena jarak antara penembak elektron dengan landingnya akan berbeda (semakin ke tengah semakin pendek). Bila digunakan untuk menampilkan gambar grid (kotak-kotak) akan terlihat kotak yang lebih kecil pada bagian tengah yang semakin kesamping semakin besar ukurannya. Atau sebaliknya bila CRT flat dicembungkan, gambar akan terlihat lebih seksi.
      Untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah rangkaian EW/OW yang berfungsi sebagai adjusment otomatis linearitas gambar dengan mengatur pulsa yang menggerakkan yoke horisontal. Komponen-komponen utama EW adalah penguat EW yang menguatkan sinyal pengatur EW dari IC jungle. Rangkaian EW/OW ini terletak pada blok horisontal output, umumnya menyadap kolektor transistor output horisontal dengan transistor penguat EW tersendiri beserta kapasitor dan dioda-dioda pengatur EW. Rangkaian EW/OW ini dapat ditemukan pada TV jenis flat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar