BLOK 11 POWER SUPPLY
OPTOCOUPLER
Photocoupler atau sering disebut optocoupler (photo/optic=cahaya, coupler penghubung) pada dasarnya terdiri dari 2 komponen dalam satu kemasan, yaitu LED dan phototransistor (transistor peka cahaya). Cahaya dari LED tersebut ‘dijatuhkan’ ke bidang penerimaan transistor pada jarak yang cukup sehingga transistor dapat bekerja berdasarkan intensitas cahaya yang dipancarkan dari LED. Secara sederhananya, bila kaki-kaki transistor adalah Basis, Colector dan Emitor maka kaki-kaki optocoupler adalah 2 kaki LED (basis), C dan E. Karena yang digunakan untuk ‘menggerakkan’ transistor adalah cahaya, maka didapatkan isolasi yang baik sekali. Pada sistem SMPS, optocoupler digunakan sebagai penghubung antara sub blok error amp (sekunder) dengan blok primer SMPS (nyetrum).
ERROR VOLTAGE DAN ERROR AMPLIFIER
Persyaratan utama sebuah power supply adalah kestabilan tegangan keluaran pada beban normalnya. Error amplifier dipakai untuk menyensor tegangan output SMPS (sekunder) untuk menghasilkan tegangan kesalahan (error voltage), besar tegangan yang salah ini harus ‘diberitahukan’ kepada blok primer melalui optocoupler (atau ada juga yang memakai trafo sinkronisasi SMPS). Segera setelah mendapatkan tegangan error, blok primer SMPS segera ‘mengembalikan’ tegangan outputnya ke tegangan yang telah ‘diprogramkam’ oleh error amplifier.
Komponen yang berfungsi sebagai error amp misalnya SE110 (sanken error 110V), akan ‘memprogram’ SMPS supaya mengeluarkan tegangan pada 110V. Bila beban meningkat, output SMPS akan turun sehingga SE110 akan mengeluarkan tegangan error, segera setelah mendapatkan tegangan error, blok primer segera menaikkan tegangan outputnya supaya tetap pada 110V, proses ini berlangsung dalam waktu yang cepat sekali.
Komponen-komponen lain yang dapat digunakan sebagai error amp SMPS adalah S1854 (toshiba), TL431, KA431 atau IC-IC op-amp. secara teknis dengan/tanpa tambahan beberapa komponen bantu, komponen-komponen tersebut dapat digantikan satu dengan yang lain. Khusus TL431, komponen ini merupakan komponen discrete jadi harus dilengkapi dengan komponen-komponen lainnya supaya dapat berfungsi sebagai error amp.
Seandainya tegangan error yang dikeluarkan oleh error amp disadap, kemudian diatur/dinonaktifkan tegangan errornya dengan komponen lain (misalnya transistor) yang dikontrol oleh IC program, maka secara praktis dapat mengatur tegangan output dari SMPS tersebut (standby).
Meskipun error amplifier umumnya terdapat pada sisi sekunder dari sistem SMPS, error amplifier merupakan bagian dari sistem SMPS secara keseluruhan. Jadi ketika proses perbaikan, error amplifier tidak boleh terlewatkan untuk dicek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar